FYI TRAVEL

Traveling Everydays

Breaking

Sunday, 22 March 2020

Mesjid Jogokariyan : 5000 Hand Sanitizier Gratis untuk Umat


Aktivitas pariwisata di kota Yogyakarta dipastikan mengalami kelumpuhan atau mengalami penurunan kunjungan wisata dikarenakan Pemerintah Pusat melarang kegiatan keramaian di tempat wisata dan hiburan guna untuk menekan penyebaran virus Covid-19 (Coronavirus).

Pemerintah pusat maupun pemerintah kota Yogyakarta memghimbau agar masyarakat selalu menjaga kesehatan dan kebersihan dengan mencuci tangan menggunakan sabun ataupun hand sanitizier sebelum atau sesudah beraktivitas untuk menekan laju penyebaran COVID-19.

Namun banyak nya permintaan hand sanitizier dipasaran ternyata berdampak pada kelangkaan barang tersebut.

Disudut kota Yogyakarta, tepatnya di Mesjid Jogokariyan, disana memproduksi 5000 hand sanitizier untuk dibagikan kepada umat.

"Alhamdulillah, mulai Kamis kemarin Masjid Jogokariyan mulai memproduksi hand sanitizer untuk dibagikan ke masyarakat." tulis akun facebook Mesjid Jogokariyan pada 20 Maret 2020.

Program tersebut Atas inisiasi jamaah dan restu dewan syuro. Program ini dilakukan untuk menangani mulai sulitnya hand sanitizer di pasaran.

Dengan bantuan jamaah mulai dari orang dewasa hingga anak-anak, mulai dari penyiapan bahan hingga labeling, sekitar 5000 kemasan hand sanitizer akan diproduksi untuk kemudian didistribusikan melalui ketua RT di masing-masing RW.

Mesjid Jogokariyan Berharap program ini bisa menekan laju virus COVID-19 dan mengedukasi masyakat agar tetap sehat.

"Mudah-mudahan ini bisa jadi langkah yang dapat menekan meluasnya dampak COVID19 di tengah-tengah masyarakat diringi dengan proses edukasi yang baik kepada masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat." imbuhnya.

Untuk sementara ini (karena terbatasnya sumber daya), Mesjid Jogokariyan mendistribusikan untuk warga Jogokariyan terlebih dahulu.

Mesjid Jogokariyan membuat hand sanitizier atas petunjuk dan arahan BPOM ( Badan Pengawasan Obat dan Makanan).

"Kami membuat hand sanitizer ini berdasarkan bahan, alat dan prosedur yang sudah disampaikan oleh BPOM.
Semoga ini bisa menjadi ikhtiar dalam rangka mengurangi dan menghambat penyebaran virus corona di Indonesia." tutupnya.

Sumber : Facebook Mesjid Jogokariyan

No comments:

Post a comment