FYI TRAVEL

Traveling Everydays

Breaking

Saturday, 28 March 2020

Alat Ekspedisi Gunung Terlalu Ringan, Lalu Dimana Letak Keasyikannya?


Kini ekspedisi pendakian gunung adalah operasi serba hemat; Tali lebih tipis, tenda lebih kecil, dan segalanya dibuat seringan mungkin. Kapak es ramping dari serat karbon dapat menghemat waktu dan usaha. Sepatu insulasi mengurangi risiko terkena radang dingin. Kompor yang lebih ringan (dan bahan bakar lebih kuat) menyala lebih mudah di suhu lebih dingin. Semakin baik kualitas peralatan, semakin besar peluang keberhasilannya.

Proyeksi mereka (Conrad Anker dan Mark Synnott) tidak selalu identik. Namun, keduanya mengharapkan material yang lebih ringan dan lebih kuat. 

Anker, melihat perangkat petualangan perlahan mendekati peralatan astronaut. “Kondisi di puncak Everest mirip Mars,” ujarnya. 

“Semakin kecil kekhawatiran Anda untuk jatuh, kelaparan, atau beku, semakin Anda sadar tentang tebing yang Anda susuri atau sungai yang Anda arungi.” terangnya. 

Tetapi, sampai titik manakah peralatan ultra efisien membuat petualangan menjadi terlalu mudah? 

Dapatkah setelan dan alas kaki luar angkasa yang mampu menjelajahi medan apa pun, mengubah pendakian Everest menjadi sekadar jalan-jalan santai?

“Kalau kau berbuat terlalu jauh, kau menyingkirkan tantangannya,” ungkap Synnott.

“Lalu, dimana letak keasyikannya?” tegasnya.

Sumber : National Geographic
Foto : Facebook @Conrad Anker Official

No comments:

Post a comment