FYI TRAVEL

Traveling Everydays

Breaking

Saturday, 28 March 2020

Candi Jiwa Tak Pernah Se-Keren Ini


Saya menyasikan sendiri se-masa kecil ketika Candi Jiwa Karawang dibuka pertama kali untuk kunjungan wisata sekitar tahun 1996, candi itu yang ada dalam ingatan Saya, berupa gundukan tanah dengan batu-bata dikelilingi air dan dipagari pembatas. Walaupun tidak ada bukti foto pada saat itu, Saya masih ingat betul moment kebersamaan foto bersama keluarga dengan menyewa fotografer lokal memakai kamera polaroidnya, berlatarkan Candi Jiwa tersebut.

Lambat laun ketika sudah menjadi dewasa, candi pada masa kecil itu sudah berubah menjadi layak nya bangunan candi. Menurut juru kunci Candi Jiwa, Nasri yang sudah bekerja 10 tahun bekerja di bidang pengembangan peninggalan sejarah, mengungkapkan Candi jiwa itu dahulunya berupa 'Unur' (Gundukan tanah) karena daerah Batujaya sering di landa banjir, warga menyimpan binatang ternaknya diatas 'Unur' itu. Namun keesokan harinya binatang ternak milik warga mati. Warga menyadari bahwa 'Unur' itu memiliki jiwa yang bisa menghisap jiwa-jiwa ternaknya. Sejak itulah dilakukan pemugaran dan ditemukan candi di bawah gundukan tersebut, warga lantas menyebutnya dengan Candi Jiwa.

Susunan batu-bata dalam ingatan masa kecil Saya, ternyata model susunan batu bangunan candi pada jaman kuno. Menurut Nasri cara mereka menyusun batu bata candi yaitu dengan sistem gosok spesi dan menggunakan batu kunci. Jenis batu bata yang digunakan untuk membangun Candi Jiwa diperkirakan jauh lebih tua dari jenis batu penyusun Candi Borobudur.

Berdasarkan prasasti yang pernah ditemukan di kawasan percandian, Candi Jiwa diperkirakan merupakan peninggalan kerajaan Tarumanegara. Kerajaan Tarumanegara berkembang pada abad ke-4 masehi dan merupakan kerajaan tertua di Jawa Barat. Candi Jiwa, jika dilihat dari atas, struktur paling atasnya memperlihatkan bentuk seperti bunga teratai.

Foto dari instagram/alvikry

No comments:

Post a comment