FYI TRAVEL

Traveling Everydays

Breaking

Thursday, 26 March 2020

Raup Milyaran Rupiah dengan Membudidaya Porang


Porang (AmorphophallusMuelleri Blume) sejenis tanaman umbi-umbian termasuk keluarga Araceae dan kelas Monokotiledoneae. Hasil tanaman ini berupa umbi yang mengandung glucomannan yang berbentuk tepung. Glucomannan (glukomanan) adalah serat alami yang larut dalam air dan diekstrak dari akar ubi gajah, juga dikenal sebagai konjac mannan. Glukomanan merupakan polisakarida larut dalam air yang dianggap sebagai serat makanan. 

Hasil panen komoditas itu telah diekspor untuk bahan kosmetik, mie, lem, agar-agar, dan sebagainya. Sekilas tanaman ini Mirip Suweg bedanya pada porang ada bentukan seperti katak menempel di batangnya, katak ini bisa digunakan untuk perbanyakan tanaman porang, sedangkan yang di export adalah umbinya. 

Komoditas porang diekspor ke beberapa negara terutama Jepang dan Tiongkok. Karena nilai ekonomisnya yang tinggi. Porang yang berbentuk bulat tak beraturan itu diiris tipis dan dikeringkan. Kemudian bisa diolah menjadi tepung sebagai bahan makanan. Harga porang yang masih basah sekitar Rp 4.500 per kilogram sedangkan untuk yang sudah kering bisa mencapai Rp 35.000 per kilogram.

Tanaman ini banyak manfaat antara lain: sebagai bahan pembuatan lem yang ramah lingkungan, campuran pada pembuatan kertas agar kuat dan lemas, pengganti media tumbuh mikroba, isolator listrik, Glucomannan pada tanaman porang yang berbentuk gel dapat dimanfaatkan sebagai pengganti gel silicon yang sangat baik sebagai isolator listrik, bahan campuran pembuatan komponen pesawat terbang dan parasut, bahan pembuatan mie. Di Jepang, bahan makanan ini banyak disukai untuk mieshiratake atau konnyaku, dll

Di Madiun, Paidi (37) warga Desa Kepel, Kecamatan Kare, seorang mantan pemulung sudah menelusuri terkait Porang seperti keterangan pengantar diatas. Menurutnya bahwa Porang 80 persen untuk makanan dan 20 persen untuk kosmetik. Ia menyimpulkan bahwa porang memiliki nilai ekspor.

"Saya dapat kesimpulan kalau suatu komoditas itu masuknya di sektor makanan itu melebihi. Artinya bisa mendominasi. Intinya kebutuhan untuk produk ini sangat besar. Dari situ saya punya semangat di kampung mencari Porang yang masih langka dan tumbuh liar di hutan," paparnya kepada Detikcom.

Paidi menambahkan, awalnya ia mencari umbi porang di hutan dan selama dua bulan mendapat dua ton. Ia menjualnya dengan harga Rp 3 juta.

Dalam waktu sangat singkat, sekitar tiga tahunan terakhir, nasib Paidi berubah total. Ia sekarang menjadi seorang miliarder setelah mengembangkan porang. Porang yang ditanam Paidi bahkan dikirim hingga keluar negeri.

Kini Paidi sudah menjadi pengepul porang dan mendirikan sebuah perusahaan yakni PT Paidi Indo Porang, yang memiliki 66 karyawan. Disamping itu, Paidi juga memiliki lahan porang sendiri seluas 10 hektare di kampungnya.

Kesuksesan Paidi menanam porang hingga menjadi seorang miliarder menarik minat banyak orang. Banyak yang berdatangan kepadanya untuk menimba ilmu membudidayakan porang.

"Alhamdulillah saat ini petani binaan saya sudah ada lebih dari seribu. Yang ikut mengembangkan tanaman porang saya," ujar Paidi.

Sumber : Detik.com dan dari berbagai literasi tulisan
Foto : Instagram/petaniporang

1 comment: