FYI TRAVEL

Traveling Everydays

Breaking

Wednesday, 29 April 2020

2 Mesjid Suci Umat Islam akan Segera Dibuka

Kabar Gembira bagi umat muslim di dunia, 2 mesjid suci umat islam yakni Mesjidil Haram, Mekkah dan Mesjid Nabawi, Madinah, Kerajaan Arab Saudi akan segera dibuka kembali. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Sheikh Abdul Rahman Al-‬Sudais.
Umat Muslim sedang melaksanakan ibadah Tawaf di Masjidil Haram (Pixabay.com)
"Saya membawa kabar baik kepada Muslim dunia bahwa aktivitas ibadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi segera bisa normal kembali," ujarnya dikutip dari akun media sosial Haramain di Twitter, Rabu (29/4).

Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan dibuka untuk Tawaf dan shalat wajib serta penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW, ujar Sheikh Abdul Rahman Al-‬Sudais.

BACA JUGA : Mengarak Bendera Pusaka Kiai Tunggul Wulung

Namun Ia mengungkapkan bahwa pembukaan akses untuk Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dilakukan dengan penghitungan cermat dan tidak terburu-buru.

"Kita tidak terburu-buru untuk membuka Dua Masjid Suci karena semua langkah yang diambil adalah untuk kebaikan kita," ujar Sheikh Abdul Rahman Al-‬Sudais.
Twitter @haramain
Sheikh Al-Sudais mengajak semua umat Islam di dunia untuk terus berdoa melawan pandemi COVID-19, dan juga berdoa bagi Penjaga Dua Masjid Suci, yang telah bekerja untuk kebaikan umat.

Sebelumnya, mengutip dari Reuters pemerintah kerajaan Arab Saudi memperpanjang penangguhan shalat berjamaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selama bulan puasa Ramadhan tahun ini untuk membendung penyebaran virus corona jenis baru atau COVID-19, ujar Presidensi Dua Masjid Suci itu di Twitter.

BACA JUGA : Tradisi Ramadhan di Nusantara

Kedua masjid itu, yang dianggap sebagai tempat paling suci dalam Islam, akan menggelar sholat lima waktu dan tarawih selama Ramadhan tetapi tanpa jamaah umum sebagai tindakan pencegahan penyebaran virus corona dan untuk meningkatkan operasi penyemprotan disinfektan, presiden itu menambahkan di Twitter.

Sumber : Antaranews, Reuters, Haramain

No comments:

Post a comment