FYI TRAVEL

Traveling Everydays

Breaking

Sunday, 5 April 2020

Cikal Bakal Angkringan dari Klaten, Bukan Jogja?


Seperti halnya Sukoharjo cikal bakal penjual Jamu Gendong, yang mempunyai monumen Jamu Gendong. Desa Ngerangan Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pun tak ingin kalah. Perlu diketahui Desa Ngerangan ini merupakan desa asal-muasal pelaku usaha Angkringan. Itu loh jajanan yang menjamur dipinggir kota yang menjajakan hidangan khas.

Kepala Desa Ngerangan, Sumarno mengklaim bahwa warga nya sebagian besar penjual Angkringan secara turun-temurun.

"Ada sekitar 600 keluarga dari total 1.900 keluarga yang menggantungkan nasib dari berjualan angkringan. Mereka merantau ke berbagai wilayah di Indonesia mulai dari Aceh, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, sampai ke Pulau Kalimantan. Ada yang menjadi juragan ada pula yang menjadi prembe, sebutan bagi anak buah atau mitra juragan angkringan." katanya dikutip dari Solopos.com di kantor Desa Ngerangan, Kamis (9/1/2020).

Baca Juga : Cikal Bakal Angkringan dari Klaten, Bukan Jogja?

Ia menceritakan, seorang pelaku usaha angkringan Mbah Karso warga Desa Ngerangan. Beliau adalah cikal bakal yang pertama menciptakan jajanan ini dengan pikulan tumbu di Kota Solo.

"Rasa bangga juga muncul lantaran merasa yakin cikal bakal Angkringan diciptakan oleh warga Ngerangan. Adalah Karso Dikromo alias Karso Djukut, warga Dukuh Sawit, Desa Ngerangan yang mengawali berjualan makanan dan minuman menggunakan pikulan tumbu di Kota Solo berganti pikulan kayu atau angkring dan kini dijajakan di gerobak bertutup terpal." tegasnya.

Dia pun pernah berjualan Angkringan sebelum menjadi kepala desa. Menurutnya ada kebanggaan sendiri menjadi pedagang angkringan.

Baca Juga : Raup Milyaran Rupiah dengan Membudidaya Porang

"Saya pernah melakoni pekerjaan yang sama sebelum menjadi perangkat desa hingga terpilih sebagai kepala desa periode 2019-2025. Pada 1998 hingga 2004, pernah berjualan angkringan di wilayah Tembalang, Semarang,"

"Bekerja sebagai pedagang Angkringan menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Ngerangan. Warung-warung Angkringan dengan ciri khas menu nasi kucing serta tiga cerek nangkring di atas anglo berisi arang membara itu masih eksis dan terus menjamur, meski warung-warung modern bermunculan." tambahnya.

Monumen Angkringan

Pemerintah Desa Ngerangan mulai mengkaji sejarah angkringan dan berencana membuat monumen Angkringan dibawah perbukitan kapur yang berbatasan langsung dengan Kab Gunung Kidul, DIY.

“Monumen Angkringan sekaligus menjadi taman desa kami targetkan selesai dibangun pada Februari mendatang,” kata Sumarno.

Baca Juga : Cerita Pasang Surut Brand Lokal Alpina Outdoor

Selain menjadi ikon, Angkringan, Desa Ngerangan juga akan memaksimalkan potensi desa, rencananya akan membuat wisata kuliner angkringan memanfaatkan lahan tanah kas desa. Selain itu, ada wacana wisata edukasi seputar Angkringan.

“Dari Angkringan warga kami bisa menyekolahkan anak-anak mereka. Tidak sedikit anak-anak di desa kami yang menempuh pendidikan hingga sarjana dari hasil berjualan angkringan,” pungkasnya.

Sumber : Solopos.com
Foto : Monumen Angkringan dari @KlatenYoben

No comments:

Post a comment