FYI TRAVEL

Traveling Everydays

Breaking

Wednesday, 29 April 2020

Foto : Kuliner Ramadhan Khas Aceh

Kita memang Manusia, tapi Kita Manusia.

Pepatah yang masih teringat ketika saya bekerja di suatu perusahaan di Cikarang. Dalam pepatah tersebut sarat akan makna. Sedikit mengartikan memang kita manusia banyak sekali keluh-kesah, kekhilafan dan kesalahan, tetapi kita juga manusia, makhluk yang sempurna dianugrahi akal oleh Tuhan YME.
Para Karyawan Kedai Bang Nasir sedang membungkus kari bebek dan ayam di pasar Lambaro, Aceh Besar, NAD
Terkait permasalahan keluh -kesah dan akal ini. Saya takjub sama orang yang pintar memanfaatkan tradisi bulan ramadhan, salah satu nya pedagang tradisi makanan khas dari Aceh yang biasa disebut Rayeuk, menjajakan makanan nya di pasar Lambaro, Aceh Besar.

Makanan menu kari untuk berbuka puasa, orang sana biasa memanggilnya si itek (Bebek) dan sie manok atau kari (Ayam) dengan paduan kuah kari ini punya citarasa khas dengan aroma rempah-rempah yang menyegat.
Kelebihan masakan dari kedai yang sudah ada sejak tahun 90-an ini, terletak pada proses racikan bumbu dengan aneka rempah-rempah. Daging bebek dan ayam tetap terasa meski aroma rempah begitu menyeruak.

Jika biasanya kalian terbiasa dengan kuah kari kambing. Namun kuah kari bebek sedikit lebih pedas dan rempah-rempahnya lebih terasa di lidah, ada beberapa macam rempah-rempah, seperti bak kala, on temeurui, jadi daging bebek dan ayam tetap lebih empuk.

Mereka mengaku bulan Ramadhan tahun ini omsetnya naik 50 persen dari hari-hari biasa. Pada tahun 2017 lalu sebelum pandemi mewabah, omset bulan Ramadhan perharinya bisa sampai 20 juta rupiah. Tahun ini mereka menjual Rp 10 ribu/potong.

Saya meyakini teman-teman bisa manfaatkan moment keberkahan bulan Ramadhan dan ambil nilai ibadahnya serta tetap ingat jaga kebersihan ikuti standar dari WHO.

BACA JUGA : Tradisi Ramadhan di Nusantara

Kita pasti bisa menghadapi situasi sesulit apapun, karena kita bangsa pejuang. Kemerdekaan bukan didapat dari keluh-kesah namun perjuangan dan kerja keras.

Foto : ANTARA Foto

No comments:

Post a comment