FYI TRAVEL

Traveling Everydays

Breaking

Wednesday, 8 April 2020

Jabarano Cafe : Mendobrak Kevakuman Kopi Nusantara di Dunia

Cinta Laura sedang berdiskusi dengan Kang Emil (Gubernur Jawa Barat) tentang industri kopi nusantara. Foto dari @claurakiehl
Muhammad Ridwan Kamil atau biasa disapa akrab, Kang Emil bersama rombongan yang terdiri dari Dino Patti Djalal, stakeholder provinsi Jawa Barat serta artis ibukota Cinta Laura, meresmikan Jabarano Cafe di 555 Flinders Lane Kota Melbourne, Australia pada (24/2).

Gubernur Jawa Barat itu, mendeskripsikan Jabarano Cafe sebagai pelopor dan pendobrak kevakuman kopi Nusantara di Dunia yang menyajikan kopi khas Jawa Barat.

 ''Jadi mendobrak kevakuman kafe itu dengan menghadirkan Jabarano ini,'' katanya dikutip dari tempo.co

BACA JUGA : Kisah Tragis Dibalik Kemegahan Villa Isola

Kopi ini memiliki aroma khas, jenis arabika yang memiliki rasa yang unik, tingkat keasaman rendah, sedikit manis, dan dapat dinikmati banyak orang. Di Jabarano Cafe juga ada kopi-kopi spesial kelas premium.

Selain di Melbourne Jabarano Cafe juga akan menghiasi sejumlah kota di Austaralia.

 ''Nanti di Sydney, Adelaide dan juga di Perth,” ujarnya.

Ia juga menargetkan Jabarano Cafe ada di 20 kota besar dunia. Karena selama Ia keliling dunia, belum ada kafe yang menjual kopi khas Indonesia.

Kang Emil percaya dengan kualitas tinggi dan kekayaan varian, kopi Jabar dapat diterima dunia.

BACA JUGA : Raup Milyaran Rupiah dengan Membudidaya Porang

“Kami ingin kopi Jabar menjadi juara di pasar kopi dunia karena kita punya komoditas kopi yang sangat beragam,'' ucapnya.

Jabarano Cafe juga akan dijadikan tempat untuk kopi lokal yang hendak masuk pasar luar negeri. Jadi, kopi-kopi yang mau ekspor, yang mau masuk ke pasar dunia, harus punya sertifikat.

Harapan terakhir nya tentu Jabarano Cafe memiliki jaringan dan dikenal dunia seperti merk-merk yang sudah mendunia seperti, Starbuck.

Kopi Priangan Menjadi Kebanggaan

Sejarah orang preanger (priangan) membudidaya kopi sudah sejak lama, saat ini banyak ditanam oleh masyarakat Garut, Pengalengan, Ciwidey, Lembang, dan daerah lain di Jawa Barat bagian selatan yang tersebar di beberapa Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Kopi ini sangat cocok tumbuh di wilayah pegunungan dengan ketinggian mulai 900 meter dari permukaan laut (dpl). Dengan meningkatnya prospek perkopian internasional saat ini, Pemerintah Provinsi Jabar dan Pemkab yang ada di Jabar mencoba untuk mengangkat kembali kopi Java Preanger yang telah cukup dikenal pada masa jayanya dahulu.

BACA JUGA : Candi Jiwa Tak Pernah Se-Keren Ini

Kabiro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jabar Sonny Syamsu Adisudarma, mengatakan masyarakat Jabar harus bangga dengan kopi karena kopi Jabar dikenal dunia sejak lama meski pernah surut." katanya mengulas Buku "Preanger The Land Of Coffe".

Buku ini lanjut Dia, merekam perkembangan kopi di Jabar dari awal hingga dewasa ini. Sementara itu, Pak Prawoto Indarto sebagai penulis. Harapannya agar masyarakat menjadi tahu kelebihan kopi Jawa Barat dan menjadi kebanggaan.

Sumber : Tempo.co, Sabani.com, Jabarprov.go.id

No comments:

Post a comment