FYI TRAVEL

Traveling Everydays

Breaking

Sunday, 5 April 2020

Jurus Pageblug Corona Ala Dukun Sragen

Mereka (Dukun) sedang menggelar ritual untuk mengusir Corona di Alun-Alun Sragen. foto dari Joglosemarnews
Mewabahnya Pandemik Corona (Covid-19) ke pelosok-pelosok negara diasosiasikan sebagai perang dunia ke-3. Secara wabah ini sudah melumpuhkan sendi-sendi kehidupan dan denyut nadi perekonomian dunia. Semua kalangan turun gunung melakukan aksi donasi sambil sosialisasi guna untuk mencegah wabah ini semakin menular.

Berbagai cara sudah dilakukan, dari berbagai media dan dimensi, namun unik dari ahli spritual asal Kabupaten Sragen ini. Mereka melakukan ritual Jurus pageblug Corona.


Mereka adalah Mbah Suwardi asal Ngablak, Kroyo, Karangmalang, Sragen dan rekannya Sukino.

Keduanya spontan berinisiatif menggelar ritual ala kejawen di alun-alun Sasono Langen Putro Sragen, Minggu (29/3/2020) siang seperti dikutip Joglosemarnews.com

Ritual dilakukan pukul 12.15 WIB di tengah Alun-alun. Mereka berdoa dengan uborampe ala Jawa yakni 5 buah sapu lidi yang diberi bawang merah, lombok merah dan kunyit di ujungnya.

“Ritual ini untuk memanjatkan doa pada tuhan agar wabah virus Corona segera sirna. Agar warga Sragen lepas dari segala dari penyakit yang meresahkan. Dan pageblug penyakit Corona ini segera lenyap,” paparnya 


Dukun asal Karangmalang itu menuturkan alun-alun Sragen dipilih sebagai lokasi ritual lantaran merupakan pusat kota dan menjadi titik 0 kilometer Kabupaten Sragen.

Ritual dilakukan dengan melafalkan doa dengan bahasa Arab dan bahasa jawa dalam menjalankan ritual.

Melalui lelaku ritual menggunakan sodo lanang itu, diharapkan bisa mengusir wabah virus Corona. Dia berharap kondisi ekonomi dan kesejahteraan warga segera pulih seperti sedia kala. Karena saat ini kondisi bangsa dan daerah benar-benar terpuruk.


”Ini juga peringatan pada semua manusia. Supaya mereka merenung, tidak berbuat jahat dan berbuat maksiat serta selalu eling pada Gusti Allah,” tandasnya.

Sementara, Sukino menambahkan mengingatkan agar semua komponen masyarakat saling mendoakan. Karena menurutnya doa pada orang lain akan lebih ikhlas dan lebih didengar tuhan.

”Mungkin ritual ini tidak masuk akal, Namun orang Jawa dari dulu memberi nasehat melakukan seperti ini jika terjadi pageblug,” tuturnya.

No comments:

Post a comment