FYI TRAVEL

Traveling Everydays

Breaking

Tuesday, 14 April 2020

Kwatisore Selalu Hujan Setiap Sore

Puncak Akudiomi/nabirepapua.id
Para traveler banyak mengatakan jika ingin menikmati surga dunia, maka datanglah ke Indonesia timur. Memang terbukti destinasi disana menyajikan pemandangan indah nan eksotis--termasuk di Kwatisore.

Kwitasore merupakan desa yang terletak di Teluk Cendrawasih. Masuk dalam Kawasan Taman Nasional Teluk Cendrawasih (TNTC), Nabire - Papua. Desa ini memiliki cerita unik dari penamaan desa Kwatisore. Warga desa selalu merasa khawatir setiap sore datang, sebab setiap menjelang sore desa ini selalu di guyur hujan meskipun musimnya kemarau. Oleh karena itu desa ini terdiri dari 2 kata 'khawatir' dan 'sore'.

Di Kwatisore terdapat wisata alam situs batu Akudiomi. Situs batu ini berada di ketinggian (puncak), dari puncak ini lah akan terlihat desa Kwitasore dari jauh. Konon desa Kwitasore yang terlihat dari jauh itu menyerupai ekor Hiu Paus (Whale Shark)-- selain puncak Akudiomi, kwitasore terkenal juga rumah bagi para Hiu Paus.

Dari kota Nabire ke Kwatisore dapat ditempuh selama 3 jam.

BACA JUGA : Taman Nasional Lorentz

"Perjalanan ke batu Akudiomi kami awali dengan menggunakan perahu dari Kampung Napan Yaur menuju Kwatisore selama 3 jam (apabila titik awal perjalanan adalah dari kota Nabire, maka lama waktu tempuh pun sama yakni 3 jam menggunakan perahu bermotor tentunya)." tulis para traveler Pajokka Adventure membagi cerita di instagramnya.

Lanjut, kata mereka sesampai Kwatisore harus mendaki selama 1 jam.

"Sesampainya di Kwatisore kami harus mendaki selama satu jam untuk sampai dipuncak batu dan mendapatkan pemandangan eksotis seperti yang ada di foto." tulisnya

Hiu Paus di Kwatisore

Hiu Paus di Kwitasore/lita.ap
Penduduk Kwatisore sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Meskipun begitu mereka hidup berdampingan bersama Hiu Paus dan tidak pernah memburunya. Masyarakat disana memiliki panggilan khusus kepada hiu paus, yaitu ikan hantu atau dalam bahasa setempat disebut hiniotanibre karena sering tiba-tiba muncul seperti hantu, kala setiap sehabis pulang mencari ikan kapal nelayan atau kapal wisatawan suka di goyang-goyangkan oleh Hiu Paus.

Menurut para wisatawan yang sudah pernah kesana, Ikan raksasa ini juga suka nya ikan puri yang sudah mati.

BACA JUGA :  Cara Efektif Jika Diserang Hiu

"Will never forget about yesterday. Main ditengah laut sama Hiu Paus penghuni Teluk Cendrawasih, Nabire, Papua. Yang ini namanya Nona Missi. Sukanya makan ikan Puri yg udah gabenapas, dia gapunya gigi aka ompong." tulis lita.ap yang pernah berenang bersama Hiu Paus di Kwitasore dalam akun instagramnya.

Ikan Hiu Paus bagi masyarakat kwitasore memang binatang adat yang bersahabat yang dilindungi, warga desa tak sungkan-sungkan berenang dengan ikan yang berukuran raksasa 4-8 meter itu.

Sumber : GNFI, dari sejumlah tulisan di instagram

No comments:

Post a comment