FYI TRAVEL

Traveling Everydays

Breaking

Monday, 13 April 2020

PHRI : Hotel dan Restoran yang Tutup Harap Segera Melapor, agar Dapat Bantuan dari Pemerintah ?

Ilustrasi hotel/pixabay.com
Ketua Umum Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani mengharapkan hotel dan restoran yang tutup segera melapor-- nanti datanya akan diserahakan ke pemerintah agar mendapatkan bantuan.

"Hotel dan restoran segera mendaftarkan anggota dan melapor agar dapat segera diserahkan ke pemerintah untuk mendapatkan bantuan." katanya dikutip dari Detik Travel.

Melihat data yang ada, baru 600-an restoran yang telah tutup. PHRI mengaku kesulitan mengumpulkan data dari sektor restoran, harusnya sih lebih banyak.

"Berdasarkan sekilas data yang dikumpulkan di lapangan kita baru bisa mencatat sekitar 600-an tapi seharusnya restoran jauh lebih besar yang terdampak." tambah Hariyadi.

BACA JUGA : Pariwisata, Industri Tahan Banting di Dunia ?

Sementara itu, PHRI merilis 1.542 hotel yang tutup di 31 provinsi di Indonesia.

"Sekarang per data tadi pagi (9/4) yg kami terima yaitu sudah 1.542 hotel yang tutup di seluruh Indonesia," kata nya dalam Webinar bertema 'Strategic Management in Uncertainty Facing COVID-19 yang diadakan oleh Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC) Kamis kemarin.

Namun tidak semua hotel juga yang melapor, hingga saat ini Jawa Barat yang signifikan.

"Kebetulan Jawa Barat sangat aktif jadi datanya kelihatan paling besar, kita masih menunggu bali, bali iini sebetulnya cukup bagus koordinasi dengan hotel-hotel di sana tapi datanya masih kita tunggu," kata Hariyadi.

BACA JUGA : Tempat Wisata Kok Sepi ?

Industri pariwisata dewasa ini merupakan sektor yang paling terasa dampaknya dari wabah pandemik Corona. Sektor yang katanya paling tahan banting ditimpa badai krisis apapun, namun menghadapi virus Corona babak belur juga-- secara dalam waktu dua bulan lebih sejak virus Corona masuk ke Indonesia-- sejumlah tempat wisata, hotel dan restoran di tanah air, tutup.

Sumber : Detik.com

No comments:

Post a comment