FYI TRAVEL

Traveling Everydays

Breaking

Friday, 3 April 2020

PO Rasa Sayang Lahir dari Perilaku Masyarakat Bima : Tidak Suka Sama Bus yang Ngebut


PO Rasa Sayang atau PT Rasa Sayang Jaya Salah satu Perusahaan Otobus (PO) melayani antar provinsi, antar pulau dengan salah satu trayek terjauh, yakni Jakarta - Bima, Nusa Tenggara Barat dengan waktu tempuh 60 Jam.

Po asal Bima, Nusa Tenggara Barat ini, Lahir ditahun 1992 atas nama kepemilikan Bapak Arief Wijaya. Ada cerita unik yang menjadi ke khasan PO Rasa Sayang. PO ini sangat memeperhitakan betul perilaku penumpang di daerah yang dilayaninya. 

"Masyarakat Bima lebih menyukai bus yang tidak ngebut, bahkan harus ada rasa kenyamanan dan terpenting adalah keselamatan meski tiba ditujuan dengan waktu yang cukup lama." tulis ayonaikbis.com

Lanjut tulisannya, "Oleh karena itu dengan hasil meninjau perilaku penumpang di lapangan inilah menjadi kunci untuk tetap eksis dengan tidak ngebut dan membuat nyaman."

Selain, meninjau perilaku dan membuat nyaman para penumpangnya. PO Rasa Sayang juga memiliki strategi bisnis dengan mempekerjakan staf-staf yang ramah dan bisa menggunakan bahasa daerah. 

"Penyedia jasa yang dapat berbahasa daerah dapat dengan mudah berkomunikasi dengan para pelanggan, pelanggan pun mengaku senang karena mudah mengerti dan memahami apa yang mereka sampaikan dalam bahasa daerah. Tak hanya daerah Bima, bahasa ini juga digunakan di daerah Dompu dan sebagian wilayah di Manggarai NTT." terang tulisan ayonaikbis dengan rinci.

Selama menaiki bus PO. Rasa Sayang ada peraturan untuk ditaati oleh crew dan penumpang. 
yakni: ada larangan menaik dan menurunkan penumpang di luar agen, pengemudi tidak boleh berjudi dan minum alkohol serta memperhatikan kenyamanan penumpang selama di perjalanan. 

Berbekal dengan strategi yang apik yang dijalankan dengan sepenuh hati, PO Rasa Sayang bertahan hingga kini.

No comments:

Post a comment