FYI TRAVEL

Traveling Everydays

Breaking

Sunday, 26 April 2020

Polisi Halau 1 Bus Berisi Pemudik dan Dipaksa Putar Balik

Demi berkumpul bersama keluarga untuk merayakan hari kemenangan di kampung, 30 orang pemudik memakai 1 bus nekat mudik melalui jalur Glonggong (Wonogiri-Pacitan), namun ikhtiar mereka harus kandas, ketika dihalau oleh polisi dan dipaksa putar balik saat hendak memasuki kota Pacitan.
Ilustrasi pemudik didalam bus (Pixabay.com)
"Kebijakan pemerintah sudah jelas. Kita tidak menolerir pemudik ke Pacitan lewat jalur manapun," tegas Kapolres Pacitan AKBP Didik Hariyanto usai memimpin penyekatan di Pos Glonggong, Minggu (26/4/2020) siang mengutip Detik.com

Perwira polisi asli Bojonegoro itu mengatakan, lalu lintas di pintu masuk dari arah barat belakangan memang sepi. Termasuk di antaranya jalur Wonogiri-Pacitan ruas perbatasan Glonggong.

Hanya saja, polisi tak mau kecolongan. Pihaknya tak henti melakukan pengawasan sepanjang hari. Tidak itu saja, sejumlah jalur tikus di perbatasan Pacitan dengan daerah tetangga juga menjadi perhatian.

BACA JUGA : 14 Hari Karantina Mandiri Ala Traveler

"Petugas disiagakan di semua titik." katanya.

Didik menambahkan, selain di check point Glonggong, anggota juga ditempatkan di posko Cemeng. Di jalur alternatif yang terhubung langsung dengan Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut juga berdiri check point.

"Jadi kami pastikan tidak ada (pemudik) yang lolos. Semua pos kita siaga 24 jam penuh." tandasnya.

Kasat Lantas AKP Miftahul Amin menambahkan selain satu bus, pihaknya juga memergoki empat kendaraan pribadi dari arah barat. Armada pelat hitam itu berasal dari Solo dan Jakarta.

Petugas pun menghentikan mobil-mobil tersebut untuk diperiksa. Aparat lalu mengidentifikasi dokumen kependudukan penumpangnya sebelum memintanya putar balik.

"Saya harap upaya ini menyadarkan kita semua terutama perantau untuk tidak mudik. Lewat manapun pasti tidak lolos karena semua akses kami blokir," tandas Miftahul Amin.

BACA JUGA : Bandara Soeta Tutup Layanan Penerbangan Komersil, PT KAI : Naik 6% untuk Kereta Angkutan Barang

Di sisi lain, Amin mengimbau warga yang berada di perantauan ikhlas dan sabar menerima kebijakan ini. Sebab tujuannya adalah kebaikan bersama. Yakni agar penyebaran COVID-19 dapat dihentikan.

Sebelumnya, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang disampaikan Presiden Jokowi, ada 68% masyarakat yang tidak mudik, 24% ingin mudik, dan 7% sudah mudik. Presiden ingin menekankan angka 24% ini masih cukup tinggi.

"Dari hasil kajian-kajian yang ada di lapangan, pendalaman yang ada di lapangan, kemudian juga hasil survei dari Kemenhub, disampaikan bahwa yang tidak mudik 68%, yang tetap masih bersikeras mudik 24%, yang sudah mudik 7%. Artinya masih ada angka yang sangat besar, yaitu 24% tadi." kata Jokowi.

Pemerintah memutuskan untuk melarang mudik bagi masyarakat umum, TNI/Polri dan ASN mulai tanggal 24 April 2020. Keputusan ini menindaklanjuti hasil rapat terbatas pada Selasa (21/4) yang di sampaikan Presiden Jokowi.

Sumber : Detik.com

No comments:

Post a comment