FYI TRAVEL

Traveling Everydays

Breaking

Friday, 1 May 2020

Desa Wisata Pemudik

Pemerintah Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah mempunyai cara tersendiri untuk mengatasi pemudik yang nekat mudik, mereka di karantina di suatu kawasan wisata di hutan pinus, Lembah Asri Serang di kaki Gunung Slamet.
Tenda Karantina di hutan pinus, Desa Serang, Purbalingga (Facebook : Info Purbalingga dan Sekitarnya).
Menurut keterangan pengurus tempat wisata yang dikelola oleh BUMdes Serang, hal tersebut untuk memberikan efek jera dan juga sambil promosi wisata.

"Memberikan efek jera, motif lain dari program tenda karantina adalah promosi wisata," ujar Sugito mengutip akun facebook Info Purbalingga dan Sekitarnya.

Arifin (23) salah satu pemuda desa yang mudik mengaku betah berada di tenda karantina, sebelumnya ia bekerja dan merantau di Jakarta Barat, sudah 10 hari menjalani karantina.

"Ya saya disini atas keinginan sendiri, untuk menjaga keluarga di rumah, takutnya saya pulang membawa virus. Tapi selebihnya ya karena saya memang suka dengan suasana alam jadi betah," katanya saat ditemui di lokasi.

BACA JUGA : 14 Hari Karantina Mandiri Ala Traveler

Promosi Wisata

Sugito melanjutkan, Desa Serang memang terkenal sebagai kawasan desa wisata primadona kawasan Lembah Asri Serang. Letaknya yang berada di kaki Gunung Slamet membuat udara di kawasan Desa Serang terasa sangat sejuk.
Pemudik dibantu pengelola desa wisata Serang sedang membangun tenda karantina (Facebook : Info Purbalingga dan Sekitarnya).
"Di hari-hari biasa, kawasan hutan pinus ini memang kompleks wisata, sehingga memang fasilitasnya sudah sangat lengkap," katanya.

Selain wisata hutan pinus, yang tersohor dari Desa Serang adalah wisata petik stroberi, kolam renang, wisata berkuda dan bermacam permainan outbound.

"Semua wisata dikelola oleh BUMDes, pendapatan asli desa (PADes) yang diperoleh Desa Serang tahun 2019 sekitar 3,4 miliar dari sektor wisata," terangnya.

Namun wabah virus corona ternyata berdampak besar bagi sektor wisata Desa Serang. Seluruh obyek vital di Serang ditutup, 30 pegawai dirumahkan dan 160 pedagang mengosongkan lapak.

"Untuk pegawai BUMDes wisata kami berikan gaji 50 persen. Sambil menunggu wabah, kami terus berbenah membangun spot wisata baru dan menyiapkan media promosi," kata Sugito.

BACA JUGA : Bandara Soeta Tutup Layanan Penerbangan Komersil, PT KAI : Naik 6% untuk Kereta Angkutan Barang

Pemerintah Longgarkan Aturan Mudik ?

Mengutip Wartaekonomi.com, Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan akan menerbitkan aturan turunan dari Permenhub nomor 25 tahun 2020. Kendati larangan mudik tetap berlaku, pemerintah berpeluang mengizinkan perjalanan mendesak demi keberlangsungan aktivitas ekonomi.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, melalui siaran pers resminya, menegaskan bahwa aturan turunan ini tetap memberlakukan pelarangan mudik. Hanya saja, Kemenhub melalui Direktorak Jenderal Perhubungan Darat, Laut, Udara, dan Perkeretaapian akan menyusun surat edaran sebagai aturan turunan Permenhub 25 tahun 2020.

"Ini menindaklanjuti usulan Kemenko Perekonomian untuk mengakomodasi kebutuhan mendesak masyarakat agar perekonomian tetap berjalan dengan baik. Dengan menyediakan transportasi penumpang secara terbatas, dengan syarat tetap memenuhi protokol kesehatan," ujar Adita.

Sumber : Facebook Info Purbalingga dan Sekitarnya, Wartaekonomi.com

No comments:

Post a comment